Bagaimanakah cara kita mengimplementasikan Cyberpreneur ?
Cyberpreneur berkaitan erat bagaimana seseorang berkreatifitas atau bagaimana membuat lapangan pekerjaan sendiri ( berwirausaha ) atau memasarkan produk usahanya dengan mengeluarkan ide-ide dan cara yang lebih fleksibel dalam berbisnis sehingga kita dapat membuat “sesuatu yang tidak mungkin di lakukan menjadi mungkin untuk kita lakukan”. yang semua itu dapat kita lakukkan di dunia maya/internet atau cyberspace.
Saat ini dengan adanya jaringan internet dan aplikasi-aplikasi yang mendukung kita untuk berinteraksi atau berbisnis itu tidak harus bertatatap muka langsung dengan rekanan, dan juga sangat mungkin meninggalkan pemikiran lama bagaimana cara membuat suatu usaha itu harus menggunakan modal yang besar, sehingga dengan memaksimalkan jaringan internet yang ada kita dapat menjadi seorang enterpreneur yang tanpa mengenal tempat, jarak dan waktu dalam menjalankan usaha atau bisnis.
Seorang cyberpeneur atau infopreneur adalah mereka yang kreatif menggunakan data dan informasi yang tersedia untuk menghasilkan informasi baru, mengelola dan menyebarluaskan informasi yang dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. Ia juga mempunyai visi, dapat mengembangkan kandungan informasi secara inventif dengan menggunakan media teknologi informasi.
Untuk mengaplikasikan konsep cyberpreneur maka dibutuhkan adalah Website dan blog. Memiiliki website atau blog sebagai sarana pemasaran secara online adalah suatu keharusan. Karena dengan memiliki website, membuat usaha atau bisnis UKM dapat diketahui selama 24 jam sehari.
Salah satu strategi pemasaran yang penting dari web adalah anda dapat menjelaskan secara rinci produk dan jasa yang dijual. Selain itu kita dapat membujuk pengunjung untuk membeli produk atau jasa anda. Oleh karena itu wbsite UKM hendaknya menyajikan informasi yang berguna, memiliki traffic yang tinggi, aplikasi memasarkan produk dan adanya search engine yang friendly.
Untuk mengaplikasikan konsep cyberpreneur, Wahyu Parmusinto (2008) mengemukakan konsep atau rumus dasar dalam mengaplikasikan konsep cyberpreneur, yaitu : Content – Traffic – Presell – Monetize.
Konsep di atas apabila diaplikasikan pada UKM dimaksudkan bahwa UKM yang ingin sukses berbisnis secara online dituntut untuk memiliki atau membangun website yang hidup sebagai usaha, oleh karena itu UKM tersebut harus memulianya dengan membangun Isi atau Content yang bermutu. Dengan adanya isi yang bagus akan menarik pengunjung atau Traffic akan meningkat. Setelah pengunjung datang tugas selanjutnya adalah membangun Pra Jual atau Presell yakni menarik hati pengunjung atau pelanggan.Selanjutnya kita membangun kepercayaan mereka pelanggan terhadap kita dan produk kita. Setelah itu baru pada saatnya kita akan mendatangkan uang dengan strategi Monetise yg tepat.
Adapun gambaran atau langkah mewujudkan konsep di atas adalah sebagai berikut :
a). Content
Pengusaha UKM Mengembangkan berbagai website yang menarik. Hal ini bertujuan untuk menjadikan web lebih kearah penyedia berita, layanan sms, layanan diskusi, layanan direktori atau hal umum yang diinginkan orang lain. Pelaku UKM juga dapat memanfaatkan Website sebagai katalog, online store, lelang blog dan lain-lain.
Pelaku UKM juga dapat memanfatkan Forum atau tempat diskusi lainnya menjadi media yang efektif sebagai alat promosi bisnis secara online . Manfaatkan tool signature yang diberikan oleh pemilik forum dengan link menuju web anda.
Pelaku UKM juga dapat menawarkan jasa pembuatan website, program, mengembangkan ruang iklan dengan script yang sudah ada atau dengan menyediakan ruang iklan baris bagi pelaku usaha lainnya. Berikut ini contoh halaman website dengan content yang cukup baik :
b). Traffic
Untuk meningkatkan traffic kita bias mengoptimalkan fungsi meisn pencari atau search engine. Sebagian besar pengguna internet mencari informasi melalui search engine seperti Google, Yahoo, MSN dll sesuai dengan keyword atau kata kunci yang diinginkan atau dikenal dengan istilah SEO (Search Engine optimization). Umumnya pengguna hanya akan mengklik link yang teratas dari hasil pencariannya atau setidaknya link yang ada pada halaman pertama saja. Supaya website anda bisa tampil di halaman depan, optimasi terhadap website perlu dilakukan agar strategi pemasaran berhasil. Pelaku UKM dapat memasang iklan / adwords yang tepat di google adwords untuk bisa mendapatkan pengunjung yang banyak.
Pelaku UKM juga hendaknya membuat banner yang berubah. Pemasangan banner di situs yang memiliki banyak pengunjung tentu bisa menarik banyak pengguna internet untuk berkunjung ke situs anda. Pertukaran banner dengan situs sejenis juga dapat membantu optimasi web anda.
Pelaku UKM juga melakukan Affiliate program, yaitu melakukan update program menjadi menarik pengunjung.nWebsite yang berhasil adalah website UKM yang banyak dikunjungi orang minimal 1000 pengunjung perhari. Dan tentunya perlu proses untuk menghasilkan 1000 pengunjung. Berikut ini adalah contoh traffic dari sebuah web :
c). Presell
Presell secara sederhana bagaimana pengunjung terkesan dengan produk atau jasa yang ditawarkan atau termotivasi karena Content yg bagus.Biasanya pebisnis online mempunyai sebuah halaman presell page dengan mengungkapkan keinginan dengan bahasa seperti ini:
PESAN SEKARANG JUGA! , JANGAN TUNDA LAGI,AMBIL TINDAKAN SEKARANG JUGA! , JOIN DISINI!
Kata-kata seperti itu bisa membangkitkan semangat orang untuk membeli produk anda sekarang juga. Sampaikan maksud anda dengan jelas, singkat, padat, dan jujur. Anda tidak perlu malu, karena memang tujuan anda adalah menjual produk. Untuk membuat presell yang tepat pelaku UKM dapat melakukan langkah, antara lain : Memberikan rekomendasi produk dengan cara membandingkan beberapa produk, Digunakan pada website dengan tipe Blogs, Review, Comparation, dan Ditulis dengan bahasa inggris.
d). Monetize
Secara garis besar monetize adalah bagaimana website atau blog kita bisa menghasilkan sesuatu dalam bentuk finansial. Banyak cara atau program untuk memonetize website, antara lain : Selling Point yaitu jenis usaha dimana anda menjual sebuah produk. Baik itu berupa barang ataupun jasa seperti layanan konsultasi. Bedanya dengan afiliasi, anda menjual barang anda sendiri, bukan barang orang lain. Jadi anda harus memiliki produk dulu baru bisa masuk ke jenis usaha ini.
Diskusi
Belum ada komentar.